Ada Hantu Wanita Belanda di Bendung Katulampa

Ada Hantu Wanita Belanda di Bendung Katulampa

Grosir Blazer

BOGOR – Bendung Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor ternyata menyimpan banyak cerita mistis. Tak sedikit warga sekitar yang tahu, bangunan peninggalan Belanda tersebut konon dihuni penghuni gaib seorang noni Belanda.

Bangunan beton melintang sepanjang 74 meter itu kerap menjadi perhatian terutama di musim penghujan. Informasi dari bendung peninggalan pemerintah kolonial Belanda ini bisa membuat pemerintah dan masyarakat waswas.  Sebab, dari sini pemerintah dan warga Jakarta bisa segera tahu saat banjir sedang meluncur ke wilayah mereka.

Bendungan ini merupakan peninggalan pemerintahan Belanda. Dari sejumlah sumber menybutkan, dahulu namanya Katoelampa-Dam, selesai dibangun dan diresmikan pada 1912 dengan masa perencanaan dimulai sejak 1889. Mengutip keterangan para ahli sejarah, banjir hebat yang melanda Batavia (sekarang Jakarta) pada 1872 ditengarai menjadi latar belakang pembangunan bendung tersebut.

Selain untuk memberikan peringatan dini soal debit air, bendung karya Ir Van Breen tersebut juga dibuat sebagai pintu saluran irigasi untuk mengairi 5.000 hektare sawah di sekitar bendung pada masa itu. Saluran ini juga dimaksudkan sebagai pemasok cadangan air baku untuk warga Ibu Kota.

Saluran air atau sodetan itu kini dikenal sebagai Kali Baru Timur, yang mengalir melewati Depok, Cilangkap, hingga bermuara di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Bangunan bendung yang dibangun saat zaman Belanda itu masih terlihat kokoh hingga saat ini. Dibalik itu, terdapat cerita mistis yang cukup menyeramkan.

“Saya dari kecil, lahir di Katulampa. Kata orang-orang dulu, di Jembatan Katulampa ini ada penunggunya, seorang Noni Belanda. Kalau menampakan diri, dia sering menggunakan pakaian putih era zaman dulu. Noni Belanda itu berperawakan tinggi dan kabarnya cantik,” tukas Pepen Supendi (48) kepada media online ini, Sabtu (18/11/2017).

Beberapa pengmudi ojek, tuturnya, sering ditemuinya saat melintas pada malam hari.    

“Noni Belanda itu sering terlihat sendiri diatas jembatan menatap sungai. Tapi, dia tidak menganggu. Kehadirannya selalu didahului dengan bau kembang melati. Itu cerita adik saya yang kebetulan kerap pulang malam dan pernah melihatnya,” ceritanya.

Kemunculan Noni Belanda ini sering terjadi pada malam Jumat, atau malam Senin pada tengah malam. Namun, sejauh ini Noni Belanda tersebut tidak pernah terdengar mengganggu.

"Dia hanya menampakan diri dan terus menatap, kemudian menghilang. Bagi yang penakut, tentu ini snagat menakutkan. Kebetulan saya belum pernah bertemu, hanya dulu saat melintas jembatan pada malam hari, tiba-tiba hadir bau kembang dan kemudian saya langsung tancap gas,” tuntasnya. (sis) 

Berita terkait