Bakar Masjid di Texas, Pria AS Divonis 24 Tahun Penjara
Foto: Ilustrasi/Thinkstock

Bakar Masjid di Texas, Pria AS Divonis 24 Tahun Penjara

Grosir Blazer

Beritabogor.ID, Texas - Seorang pria di Texas, Amerika Serikat (AS) divonis 24 tahun 6 bulan atas aksi pembakaran sebuah masjid setempat. Jaksa setempat menyebut tindak kejahatan ini dimotivasi oleh kebencian. 

Seperti dilansir AFP, Kamis (18/10/2018), oleh pegadilan setempat, Marq Perez dinyatakan bersalah atas pidana kejahatan kebencian dan kejahatan pembakaran. Tindak pidana ini terjadi pada Januari 2017 lalu. 

Perez dinyatakan bersalah telah membakar masjid di Victoria Islamic Center, Texas bagian tenggara. 

Pria berusia 26 tahun itu diketahui pernah menyusup masuk ke dalam kompleks masjid sepekan sebelum melakukan pembakaran, untuk melakukan pengintaian. 

Departemen Kehakiman AS (DOJ) menyatakan dalam pernyataannya, salah satu saksi mata melihat Perez menggunakan pemantik api untuk membakar sejumlah kertas di dalam kompleks masjid. 

Saksi mata itu menuturkan 'bagaimana senangnya Perez melihat masjid terbakar beberapa menit kemudian'.

Disebutkan juga oleh saksi mata, Perez ingin 'mengirimkan pesan' dengan aksinya tersebut. Beberapa saksi mata menyebut Perez pernah melontarkan kata-kata hinaan anti-muslim. 

"Perez berniat memprovokasi teror," sebut agen Biro Investigasi Federal (FBI), Edward Michel, dalam pernyataannya. "Tidak ada orang di negara ini yang boleh merasa takut untuk mempraktikkan agamanya atau menunjukkan keyakinannya secara terbuka," imbuhnya. 

Aksi penggalangan dana secara online via GoFundMe mampu mengumpulkan lebih dari US$ 1 juta dari para penyumbang di 90 negara untuk membangun kembali masjid yang dibakar Perez itu. Masjid itu telah dibuka kembali pada September lalu. 

"Kami sungguh merasa rendah hati dan berkelimpahan atas dukungan emosional dan finansial yang telah Anda berikan dan terus diberikan kepada kami selama menghadapi bencana ini," demikian pernyataan pihak masjid pada halaman GoFundMe

 

source : detik.com

Berita terkait