Ini Dia Ojek Online Cantik Kota Bogor
Adhe Gendis Alita Rachmawati

Ini Dia Ojek Online Cantik Kota Bogor

Grosir Blazer

Ojek online di Bogor kini tak melulu didominasi pria. Bahkan, profesi ini juga diminati wanita. Salah satunya wanita muda yang memiliki nama lengkap Adhe Gendis Alitha Rachmawati.

Meski harus rela berpanas-panasan diterpa terik matahari, bahkan kehujanan, juga jarak tempuh yang melelahkan, namun saat pekerjaan sudah dicintai, rutinitas keseharian akan terasa lebih nyaman. Itu yang kini jadi pengalaman Gendis.

“Awalnya memang terasa kagok melayani dan mengantarkan penumpang. Tapi, lama kelamaan terbiasa, dan kini jadi mencintai pekerjaan,” tukas wanita berparas cantik ini kepada media online ini, Sabtu (2/9/2017).

Hingga saat ini, Gendis sudah 5 bulan bergabung di salah satu layanan jasa ojek online di Kota Bogor. Sebelumnya, ia pernah bekerja sebagai konsultan dan penyelenggara acara. Namun, saat harus beralih profesi, wanita pengidola kesederhanaan Joko Widodo ini tak lagi merasa canggung. Sebab, sebelumnya ia juga aktif bergiat di sejumlah organisasi sosial dan budaya.

“Saya bergabung menjadi mitra GoJek dari bulan April 2017. Karena, alasan untuk menutupi kebutuhan sehari-hari yang kebetulan tidak ada pekerjaan event yang mau diolah, akhirnya jasa online ojek saya geluti. Bagi saya, apapun pekerjaan itu nyaman, asal halal. Dibilang modal nekad dan rasa percaya diri, makanya dilakoninya,” imbuh wanita berdarah Jawa dan Sunda ini sembari memperlihatkan senyum manisnya.

Saat ini, lanjut ibu muda dua putri ini, terdapat sekitar 30 orang yang menekuni pekerjaan ojek online.

“Tapi, yang betul-betul aktif hanya setengahnya. Soal penumpang, saya tak pilih-pilih, terkadang melayani jasa antar wanita, juga pria. Meski harus menempuh jarak yang jauh, saya tak khawatir, sebab saya yakin Tuhan akan selalu bersama hamba Nya sepanjang kita memiliki niat baik. Dan, alhamdullilah, hingga saat ini tak ada hal-hal yang tak diinginkan,” tuturnya.

Lalu, apa yang jadi suka dukanya? Perempuan berusia 37 tahun ini menyampaikan, sepanjang hari menurutnya adalah kebahagiaan dan tak ada duka.

“Saat kita mensyukuri nikmat Tuhan, maka apa pun masalah akan lebih ringan dan tak ada rasa duka. Saya bahagia dengan pekerjaan ini. Sebab, saat bekerja saya selalu menggunakan helm tertutup, dan selama saya membawa penumpang pria tak ada yang berlaku tak sopan,” tuntasnya lagi-lagi dengan senyum lepas. (ko)   

Berita terkait