Misteri Penghuni Gaib Gunung Salak
ist

Misteri Penghuni Gaib Gunung Salak

Grosir Blazer

Gunung Salak bagi sebagian kalangan pendaki dikenal sebagai tempat yang angker. Ada banyak cerita seram di sejumlah tempat di gunung tersebut, mulai dari adanya makam tua hingga kerajaan gaib yang sering dikaitkan dengan berbagai peristiwa menyeramkan.

 

Keberadaan kuil atau pura di lereng gunung kerap dikaitkan dengan kerajaan gaib yang ada di wilayah tersebut. Gunung yang membentang di dua kabupaten yakni Bogor dan Sukabumi ini merupakan salah satu tempat favorit bagi para pecinta alam untuk melakukan pendakian.

Gunung yang memiliki rute terbilang sulit, terjal dan menantang dengan ketinggian 2211 meter di atas permukaan laut ini memiliki 3 puncak yang masing-masing sangat menarik.

“Adalah merupakan impian banyak pendaki dari para pecinta alam untuk bisa naik hingga ke puncak Gunung Salak. Namun, selain medannya yang sangat sulit, perjalanan menuju puncak juga kerap ditemui cerita mistis. Dan, hampir kebanyakan pendaki mengalami hal ini,” tukas pecinta alam Gempala, Asep Safrudin (40), baru-baru ini.

Tantangan para pendaki, sebutnya, tak hanya jalur daki yang sulit. Namun, sudah banyak catatan pernah terjadi beberapa kali kecelakaan para pendaki yang berujung maut.

“Mayoritas dari korban tersebut meninggal karena kehabisan bekal makanan ketika tersesat, terjatuh ke jurang, menghirup gas beracun dan sebagainya. Tak hanya itu, banyak pendaki umumnya juga sudah mengetahui pantangan yang harus dihindari saat ke Gunnung Salak adalah dilarang bicara sembrono atau takabur,” tutur pria yang bertempat tinggal di Cijeruk ini.     

Masih menurut Asep yang mengaku menggemari olahraga mendaki gunung, ada banyak kisah seram yang jadi pengalamannya.

“Beberapa waktu lalu, saat mendaki Gunung Salak, kami pernah melihat  rombongan pejalan kaki berpakaian kerajaan jaman dahulu melintas dengan diiringi gamelan. Karena takut, saat itu kami yang mendaki berlima dengan teman-teman langsung menghentikan langkah dan bermalam di kerimbunan hutan belantara. Untungnya tak terjadi hal-hal yang tak diinginkan pada kami,” tuturnya.           

Gunung salak dulunya juga merupakan gunung api aktif. Pada masa lalu aktivitas vulkanik juga kerap terjadi, sepanjang sejarah dari letusan gunung salak setidaknya terdapat 7 kali letusan cukup besar mulai tahun 1668 hingga 1938. Terakhir kali tercatat adanya aktivitas vulkanik pada pada tahun 1938.

Tak hanya dikenal cerita seramnya dilingkungan penggemar pendak gunung. Beberapa kali kecelakaan pesawat mulai dari pesawat latihan hingga pesawat komersial juga pernah terjadi di wilayah gunung salak Jawa Barat.

Setidaknya 6 kali kecelakaan pesawat di wilayah tersebut pernah terjadi yang diawali dari tahun 2002,2003, 2004, 2004, 2008, 2008, dan terakhir tahun 2012 yang menewaskan lebih dari 40 penumpangnya.

Banyak kejadian-kejadian aneh di luar nalar manusia yang terjadi di gunung salak. Beberapa tempat pemujaan konon kabarnya juga terlihat berada di lereng gunung. Selain tempat-tempat pemujaan ternyata sepanjang jalur pendakian juga terdapat beberapa tempat misterius. Diantaranya makam mbah salak.

Meskipun terdapat beberapa makam di sepanjang kaki gunung, namun dari sekian makam yang ditemukan makam yang paling terkenal dan melegenda adalah makam mbah salak yang berada di puncak salak I.

Di lain sisi masih ada pula yang mengatakan bahwa sebuah nisan yang berada di puncak salak I hanya sekedar petilasan dan menandakan bahwa seseorang yang kerap disebut dengan nama mbah salak dulunya pernah atau sering singgah di tempat tersebut. Hingga kini kebenaran cerita dari mulut ke mulut itu masih menyisakan misteri.

Kendati jalur pendakian sangat terjal, ada cerita lain yang masih diyakini warga sekitar. Kabarnya, di beberapa tempat Gunung Salak merupakan tempat pasukan Kerajaan Pakuan Pajajaran mengubur harta karun.

“Di lereng salak, masih ada yang menganut kepercayaan sunda wiwitan yang percaya adanya kerajaan gaib. Penghuninya ada yang bertubuh setengah manusia tanpa kepala hingga ratu cantik. Hanya orang-orang tertentu yang memiliki kekampuan melihat dengan mata gaib yang bisa membuktikan hal ini,” ujar warga Tamansari, Ciapus, Kabupaten Bogor, Suwarsa (50).

Penuturannya, pada malam-malam tertentu, banyak orang yang menganut kebatinan kerap bertandang ke lereng Gunung Salak.

“Sepertinya melakukan ritual. Biasanya tiap malam Jumat kliwon. Mungkin mereka percaya atau mungkin juga bisa melihat hal-hal gaib. Tapi, bagi kami, selama tidak menganggu warga, kami menghormati,” tuntasnya.

Lain cerita Mirah (55), warga Gunungbatu, Kota Bogor yang kerap dipanggil bunda. Dia memiliki pengalaman mistis saat bertandang ke Curug Luhur, air terjun di kawasan wisata lereng Gunung Salak.

“Sewaktu aku ke Curug Luhur dan berfoto beberapa bulan yang lalu, tiba-tiba di tampilan foto hape ada penampakan perempuan yang tidak saya kenal. Perempuan itu terlihat berusia muda mengunakan daster putih dan terlihat samar-samar dengan mata tak terlihat karena tertutup rambutnya yang panjang. Karena saya takut, foto itu langsung saya hapus,” kisahnya. (sis) 

Berita terkait