Mitos Pohon Jodoh KRB, Para Jomblo Bisa Dapat Pasangan Hidup?
ist

Mitos Pohon Jodoh KRB, Para Jomblo Bisa Dapat Pasangan Hidup?

Grosir Blazer

Pesona Kebun Raya Bogor (KRB) tak hanya dikenal dengan keasriannya. Hutan kota di jantung Kota Bogor ini juga menyimpan banyak cerita mistis yang sampai ini  masih dipercayai masyarakat. Didalam KRB ada yang disebut pohon jodoh.

Siapa pun yang berkenalan dengan pasangan lawan jenis di KRB, konon  dipercaya kisah asmaranya akan berlanjut ke jenjang pernikahan. Tapi, sebaliknya, bila yang sudah menjalin kisah kasih dan berpacaran di KRB akan berakhir putus. Benarkah?

Mitos ini bersumber dari dua pohon yang hampir mirip yang berada tak jauh dari jembatan gantung. Sekilas pohon ini seperti pohon kembar, padahal kedua pohon yang tingginya belasan meter itu berasal dari jenis yang berbeda. Pohon tersebut memiliki batang yang sangat besar. Di tengah-tengah pohon ini dibuat kursi panjang dari beton sebagai tempat duduk pengunjung.

"Ada dua pohon yang selintas seperti mirip. Padahal, bila dicermati berbeda. Pohon yang hitam itu pohon kenari atau diistilahkan sebagai lelaki dan di sebelahnya pohon beringin putih yang diumpamakan wanita,” ujar Saipululloh, warga Babakanpasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Sabtu (4/11/2017).

Pria yang memiliki ketrampilan bahasa Inggris dan berpofesi sebagai pemandu wisata ini menjelaskan, pohon itu yang dikenal sebagai pohon jodoh.     

“Sudah jadi cerita dari mulut ke mulut sejak dahulu, bagi pengunjung yang tak sengaja bertemu dengan lawan jenisnya bertemu di KRB setelah berkenalan akan berjodoh. Sampai sekarang tak sedikit orang yang mempercayainya. Nah, kalau mereka atau pengunjung yang sengaja datang untuk berpacaran, maka akan berakhir bubaran alias putus,” ucapnya.

Mitos pohon jodoh ini rupanya banyak mengundang penasaran orang. Bahkan tidak sedikit yang ingin mencari jodoh di KRB. Keduanya sebenarnya berasal dari dua spesies dan negara yang berbeda. Pohon pria adalah sebuah Pohon Meranti sesuai dengan papan namanya Shore Leprosula alias Meranti Bunga. Meskipun demikian ada pula yang menyebutnya sebagai Pohon kenari. Asalnya adalah Sumatera, Indonesia.

Sementara, “pohon wanita” adalah sebuah pohon Beringin Putih yang bernama latin Ficus Albipila King. Bentuknya memang terlihat berwarna kuning. Tanaman ini berasal dari Thailand.

Kedua pohon jodoh yang berusia diatas 150 tahun ini berasal dari dua wilayah/negara yang berbeda meskipun sebenarnya kedua spesies ini banyak ditemukan di hutan-hutan Asia Tenggara. Keduanya berukuran raksasa karena bisa mencapai ketinggian 50-80 meter. Bahkan sang pohon wanita, meskipun lebih langsing tetap saja sangat besar.

"Biasanya orang luar kota yang datang selalu menanyakan lokasi pohon jodoh jembatan merah. Jembatan merah juga dipercaya punya cerita serupa dengan pohon jodoh,” lanjut pria yang akrab dipanggil Apul.

Terkait ‘jembatan cinta’ yang berwarna merah, ia menyampaikan kisah mitos yang konon berawal dari kisah seorang Noni Belandà yang memadu kasih dengan seorang pribumi.

"Percintaan antara Noni Belanda dengan pemuda pribumi itu tak mendapat restu dari orangtua pihak wanita. Karena patah hati akhirnya Noni Belanda tersebut memutuskan untuk bunuh diri dan meloncat ke Sungai Ciliwung dari jembatan cinta. Dan, selanjutnya disusul sang kekasih pria pribumi tersebut. Itu cerita sejak zaman orangtua dulu turun temurun,” kisahnya soal legenda jembatan cinta.

Mitos pohon jodoh ini juga sering dikait-kaitkan dengan makam keramat Ratu Galuh. Hal ini lantaran lokasi pohon jodoh ini tak jauh dari komplek makam istri kedua Prabu Siliwangi itu. Nah, bagaimana kebenarannya? Namanya juga mitos, tentu sulit dibuktikan. (son)   

 

Berita terkait